Keputusan itu dianggap masuk akal jika melihat performa keduanya sepanjang musim 2025/2026.
Mateta mampu mencetak 15 gol dari 45 pertandingan, sedangkan Kolo Muani hanya mencetak lima gol dari 41 laga.
Di posisi penjaga gawang, Deschamps juga memilih Brice Samba ketimbang Lucas Chevalier demi faktor pengalaman.
Prancis Ingin Ulang Kejayaan
Prancis pernah mematahkan kutukan juara bertahan yang gagal bersinar di edisi berikutnya.
Setelah menjadi juara Piala Dunia 2018, Les Bleus tetap tampil impresif di Piala Dunia 2022 dan berhasil mencapai final sebelum kalah adu penalti.
Hal itu berbeda dengan nasib Jerman pada Piala Dunia 2018 dan Spanyol pada Piala Dunia 2014 yang langsung tersingkir lebih awal setelah berstatus juara bertahan.
Kini, dengan materi pemain yang dinilai belum habis, Prancis kembali difavoritkan untuk berjaya di Piala Dunia 2026.
Namun jalan mereka tidak akan mudah.
Di Grup I, Prancis harus bersaing dengan Senegal, Irak, dan Norwegia.
Senegal datang dengan status juara Piala Afrika 2025, sementara Norwegia diperkuat pemain top seperti Martin Odegaard, Alexander Sorloth, dan Erling Haaland.
Irak juga tidak bisa dipandang sebelah mata sebagai salah satu kekuatan besar Asia.
Prancis wajib finis sebagai juara grup demi mendapatkan jalur yang lebih aman menuju fase gugur.
FIFA Matchday jadi Ajang Uji Coba Penting
Menjelang turnamen, Prancis dijadwalkan menghadapi Pantai Gading dan Irlandia Utara pada FIFA Matchday Juni 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
