Kejurnas Pacuan Kuda Road to PON 2028 Resmi Dibuka di Sumba Barat, jadi Ajang Uji Kesiapan Tuan Rumah

pacuan kuda sumba
Pembukaan Kejurnas Pacuan Kuda Road to PON XXII Tahun 2028 NTT-NTB di Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Senin (24/8/2026). (Foto: Prokopim Sumba Barat)
  • Bagikan

Waikabubak, RakyatSUMBA.ID – Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan kesiapannya menjadi bagian penting dalam persiapan olahraga nasional.

Hal itu ditandai dengan dibukanya Kejurnas Pacuan Kuda Road to PON XXII Tahun 2028 NTT-NTB di Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Senin (24/8/2026).

Kejuaraan nasional tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi para atlet, joki, dan pemilik kuda dari berbagai daerah di Indonesia. Lebih dari itu, event ini menjadi momentum bagi Sumba Barat untuk mengukur kesiapan sebagai bagian dari pelaksanaan PON XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius Tede Ragga, S.Sos., Sekretaris Daerah, Asisten I, II dan III, jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD, Anggota DPR RI Dr. Umbu Rudy Kabunang, Dandim 1613 Sumba Barat, Kapolres Sumba Barat, pimpinan OPD, pengurus TP-PKK, jajaran PORDASI, panitia, pemilik kuda, joki, official, serta pecinta olahraga pacuan kuda dari berbagai daerah.

Sumba Barat Mulai Uji Kesiapan Menuju PON 2028

Dalam sambutan Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, S.H., yang disampaikan pada pembukaan kejuaraan, pemerintah daerah menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumba Barat untuk menjadi bagian dari persiapan menuju PON 2028.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Sumba Barat, saya mengucapkan selamat datang di Tanah Pada Eweta Manda Elu, Sumba Barat, kepada seluruh peserta, official, juri, wasit, pengurus PORDASI, pemilik kuda serta pecinta olahraga berkuda dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Bupati.

Menurut Yohanis, pacuan kuda bukan sekadar olahraga bagi masyarakat Sumba. Tradisi tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.

Antusiasme masyarakat terhadap pacuan kuda juga terus berkembang sehingga olahraga tersebut mampu mempertemukan para pecinta olahraga berkuda dari berbagai daerah.

Karena itu, Kejurnas Pacuan Kuda Road to PON XXII dinilai memiliki arti strategis bagi Sumba Barat.

Bukan Sekadar Kompetisi, tapi Tes Tuan Rumah PON

Bupati menegaskan, Kejurnas kali ini menjadi momentum untuk mengukur kesiapan Sumba Barat menghadapi PON 2028.

Baca Juga:
KONI SBD Pastikan Bantu Atlet Taekwondo Peraih Juara di Sumba Timur, Dana Segera Dicairkan

Berbagai aspek akan diuji melalui penyelenggaraan kejuaraan tersebut, mulai dari kesiapan kuda dan joki, pelatih, perangkat pertandingan, panitia, venue, keamanan, hingga pelayanan kepada peserta dan tamu.

Kesiapan masyarakat sebagai tuan rumah juga menjadi bagian penting dalam evaluasi.

“Apa yang sudah baik harus kita pertahankan dan tingkatkan. Apa yang masih kurang harus kita evaluasi dan benahi bersama. Mulai saat ini saya minta seluruh pihak terkait mendukung dan mempersiapkan dengan baik rencana pelaksanaan PON 2028 di Kabupaten Sumba Barat,” tegas Yohanis.

Menurutnya, pengalaman dari Kejurnas tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk mematangkan penyelenggaraan PON mendatang.

Pacuan Kuda Berpotensi Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Sumba

Yohanis Dade juga melihat olahraga pacuan kuda memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Setiap event olahraga yang menghadirkan peserta dan penonton dari luar daerah dapat memberikan dampak terhadap berbagai sektor, mulai dari UMKM, perdagangan, transportasi, perhotelan, kuliner hingga pariwisata.

Potensi tersebut akan semakin besar ketika PON 2028 digelar.

Ribuan atlet, official, pengurus olahraga, media, wisatawan, dan masyarakat dari berbagai daerah diperkirakan akan datang ke Pulau Sumba.

Kehadiran mereka menjadi peluang untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Sumba kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia.

“Ketika mereka datang ke Sumba, mereka tidak hanya melihat pacuan kuda. Mereka akan melihat alam Sumba, budaya dan tradisi Sumba, mengenal masyarakat Sumba serta berbagai potensi pariwisata yang kita miliki,” ungkapnya.

Karena itu, persiapan PON 2028, kata Yohanis, tidak boleh hanya berfokus pada pertandingan olahraga.

Venue, sumber daya manusia, keamanan, kebersihan, kenyamanan, pelayanan, hingga promosi pariwisata harus dipersiapkan secara menyeluruh.

Sumba Barat Ingin Tinggalkan Legasi dari PON 2028

Bupati menekankan bahwa keberhasilan PON tidak semata-mata diukur dari suksesnya pertandingan.

Lebih jauh, penyelenggaraan event olahraga nasional tersebut harus meninggalkan legasi dan dampak jangka panjang bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

Karena itu, infrastruktur dan sumber daya yang dipersiapkan untuk PON diharapkan tetap memberikan manfaat setelah pesta olahraga nasional tersebut berakhir.

Pada kesempatan tersebut, Yohanis juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat Federasi Nasional PORDASI Pacu yang telah berada di Waikabubak sejak 13 Agustus 2026.

Kehadiran pengurus pusat tersebut membantu persiapan sekaligus memastikan pelaksanaan Kejurnas berjalan dengan baik.

Bupati berharap kerja sama tersebut terus diperkuat dan tidak berhenti setelah Kejurnas selesai.

Bupati Ajak Masyarakat jadi Tuan Rumah yang Baik

Yohanis mengajak masyarakat Sumba Barat dan seluruh masyarakat Pulau Sumba menyambut kepercayaan menjadi bagian dari persiapan PON 2028 dengan penuh kebanggaan dan tanggung jawab.

“Mari kita menjadi tuan rumah yang baik. Mari kita tunjukkan keramahan masyarakat Sumba. Mari kita jaga keamanan, kebersihan, ketertiban dan kenyamanan di Pulau Sumba,” ajaknya.

Kepada para atlet, joki, pemilik kuda, pelatih, dan seluruh tim, Bupati menyampaikan apresiasi atas kerja keras mempersiapkan kuda-kuda terbaik.

Ia berharap Kejurnas tersebut mampu melahirkan atlet, joki, dan kuda terbaik yang nantinya dapat mengharumkan nama Sumba di ajang PON 2028.

Bupati Sumba Barat kemudian secara resmi membuka Kejurnas Pacuan Kuda Road to PON XXII Tahun 2028 NTT-NTB.

Kejurnas Pacuan Kuda di Gelora Pada Eweta pun resmi dimulai.

Ajang tersebut menjadi salah satu langkah awal Sumba Barat mematangkan kesiapan menuju panggung olahraga nasional, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk mengangkat potensi budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat Sumba. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version