“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Sumba Barat, saya mengucapkan selamat datang di Tanah Pada Eweta Manda Elu, Sumba Barat, kepada seluruh peserta, official, juri, wasit, pengurus PORDASI, pemilik kuda serta pecinta olahraga berkuda dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Bupati.
Menurut Yohanis, pacuan kuda bukan sekadar olahraga bagi masyarakat Sumba. Tradisi tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Antusiasme masyarakat terhadap pacuan kuda juga terus berkembang sehingga olahraga tersebut mampu mempertemukan para pecinta olahraga berkuda dari berbagai daerah.
Karena itu, Kejurnas Pacuan Kuda Road to PON XXII dinilai memiliki arti strategis bagi Sumba Barat.
Bukan Sekadar Kompetisi, tapi Tes Tuan Rumah PON
Bupati menegaskan, Kejurnas kali ini menjadi momentum untuk mengukur kesiapan Sumba Barat menghadapi PON 2028.
Berbagai aspek akan diuji melalui penyelenggaraan kejuaraan tersebut, mulai dari kesiapan kuda dan joki, pelatih, perangkat pertandingan, panitia, venue, keamanan, hingga pelayanan kepada peserta dan tamu.
Kesiapan masyarakat sebagai tuan rumah juga menjadi bagian penting dalam evaluasi.
“Apa yang sudah baik harus kita pertahankan dan tingkatkan. Apa yang masih kurang harus kita evaluasi dan benahi bersama. Mulai saat ini saya minta seluruh pihak terkait mendukung dan mempersiapkan dengan baik rencana pelaksanaan PON 2028 di Kabupaten Sumba Barat,” tegas Yohanis.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
