Pastikan Rumah Sakit Siap Beroperasi Maksimal, Bupati Ratu Wulla Berkantor di RSUD Reda Bolo

1008918131
Bupati Ratu Wulla mulai berkantor di RSUD Reda Bolo, Selasa (2/6/2026). (Foto: Yanto Tena/RakyatSumba.ID)
  • Bagikan

Tambolaka, RakyatSumba.ID – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, berencana berkantor di RSUD Reda Bolo, Kota Tambolaka, selama sekitar satu hingga dua bulan ke depan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan dan kesiapan fasilitas rumah sakit berjalan optimal sebelum pemanfaatan gedung baru secara penuh.

Ratu Wulla mengatakan, keputusannya berkantor di rumah sakit itu bertujuan untuk memantau langsung berbagai aspek pelayanan, mulai dari aktivitas di setiap poli, ketersediaan obat-obatan, kesiapan alat kesehatan, hingga kualitas pelayanan tenaga kesehatan kepada masyarakat.

Baca Juga:
Tekan Penularan TBC, DWP SBD dan Prodi Keperawatan Waikabubak Poltekkes Kemenkes Kupang Edukasi Warga Desa Kori

“Saya mau pelayanan ini berkualitas untuk masyarakat. Saya ingin melihat langsung dari poli ke poli, apa saja yang masih menjadi kendala, bagaimana ketersediaan obat, dan seperti apa pelayanan tenaga kesehatan kepada pasien,” kata Ratu Wulla.

Menurut dia, selama ini terdapat berbagai informasi terkait pelayanan rumah sakit. Karena itu, pemerintah daerah perlu memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi di lapangan.

“Saya tidak mau hanya mendengar dari satu pihak. Saya ingin memastikan langsung seperti apa kondisi yang ada di sini. Karena itu kemungkinan satu sampai dua bulan saya akan berkantor di rumah sakit ini,” ujarnya.

Selain memantau pelayanan, Ratu Wulla juga ingin memastikan kesiapan gedung rumah sakit yang baru. Saat ini, gedung tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan sehingga berbagai kekurangan yang ditemukan masih dapat segera diperbaiki oleh pihak pelaksana.

Ia menjelaskan, pemantauan langsung diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan maupun kendala yang masih harus dibenahi sebelum pelayanan dipindahkan ke gedung baru.

“Kita ingin melihat kekurangan yang ada. Jika masih ditemukan kerusakan atau masalah teknis, pihak ketiga bisa segera melakukan perbaikan selama masa pemeliharaan masih berlangsung,” katanya.

Ratu Wulla menambahkan, kesiapan fasilitas menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Sejumlah alat kesehatan telah tersedia di rumah sakit, sementara sebagian lainnya masih dalam proses pengadaan dan kalibrasi sebelum dapat digunakan.

Menurut dia, keberadaan fasilitas yang memadai harus diimbangi dengan pelayanan yang baik sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang aman dan nyaman.

“Yang terpenting bukan hanya masyarakat bisa datang ke rumah sakit, tetapi juga mendapatkan pelayanan yang baik, obat-obatan tersedia, dan seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan dapat terpenuhi,” ujarnya.

Selain penguatan fasilitas dan alat kesehatan, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kesehatan. Upaya tersebut mencakup penguatan tenaga medis, penyediaan obat-obatan, serta dukungan sarana penunjang lainnya, termasuk pasokan gas medis yang dibutuhkan dalam pelayanan rumah sakit.

RSUD Reda Bolo juga telah didukung oleh tenaga dokter spesialis, termasuk dokter spesialis bedah dr. Yusuf Arfian Mulia, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten SBD.

Dengan berkantor langsung di lingkungan rumah sakit, Ratu Wulla berharap berbagai persoalan yang masih ditemukan dapat segera ditangani sehingga RSUD Reda Bolo siap memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat. (rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version